Senin, 22 September 2014

Wedding Ferry Heryanto dan Nani

Akhir Agustus lalu, tanggal 31 adalah hari yang penuh kebahagiaan bagi pasangan Ferry Heryanto dan Nani. Mereka berdua mengadakan acara pernikahan di Gereja Paroki Santo Kristoforus Grogol, gereja yang besar dan indah di dekat gor Grogol - Jakarta Barat, dan resepsi diadakan di restourant Spring Hill Kemayoran (seberang PRJ).

Saya kenal dengan Ferry sebelumnya di kantor lama saya, namun karena kami bereda department waktu itu tidak banyak menghabiskan waktu bersama. Setelah saya resmi menjadi fotografer untuk wedding hari H, barulah kami beberapa kali bertemu dan nongkrong sambil membahas rencana / jadwal wedding mereka. Setelah beberapa kali pertemuan, saya langsung jatuh hati dengan pasangan ini, mereka ramah, dewasa dan santai tidak tegang, menyenangkan sekali mengobrol dan menghabiskan waktu dengan mereka.

Terima Kasih sudah mengijinkan saya untuk mendokumentasikan hari paling penting kalian berdua. Semoga kalian berdua selalu berbahagia dan sukses, tidak sabar rasanya menunggu kabar berita selanjutnya.


 

Selasa, 02 September 2014

Promo Akhir Tahun 2014

Tidak terasa sudah sampai kita di akhir tahun 2014.
Untuk merayakan dan memanfaatkan 4 bulan terakhir ini sebaik mungkin, VPhotography mengadakan promo diskon sebesar 5% untuk yang booking dan 15% untuk yang photo session di september - desember 2014.



Jadi jangan sampai ketinggalan, hubungi segera.
email : vidya.putra.vp@gmail.com
sms/telp : 081293920411
whatsapp : 082211777610
line : vidyaputra
fb page : /vphotog
tweet : @vidyaputra
instagram : /vidyaputra

Senin, 25 Agustus 2014

6 Alasan Prewedding, mengapa di Bali?

Dari Instagram dan dari teman - teman, saya menyadari bahwa banyak orang yang tertarik untuk foto Prewedding di Bali, atau sekedar jalan jalan saja. Jadi kenapa tidak membuat paket foto Prewedding di Bali, yang digabungkan dengan kemasan liburan, liburan sambil Prewedding. Akhirnya saya putuskan untuk ke Bali 2 minggu dan mempersiapkan paketnya. Tapi tulisan ini tidak akan membicarakan mengenai paket Prewedding di Bali, tapi mengenai mengapa Prewedding di Bali? sekedar berbagi dan cerita.

vphotography prewedding jakarta bali

1. Lokasi foto alami/outdoor banyak
Bali sudah dikenal luas nasional maupun internasional, salah satu alasannya karena alamnya. Bali memiliki banyak lokasi alami dan buatan (outdoor) yang indah. Mulai dari pantai pasir putih di daerah selatan Bali seperti Nusa Dua, Kuta dan Jimbaran atau pasir hitam di daerah barat seperti Tanah Lot, di barat ada Karangasem, Candi dasa atau di Utara ada Singaraja dan Grokgak. Gunung dan danau juga dapat dicapai dengan mudah, seperti gunung Agung, Batur, atau danau Bratan dan lainnya.

Di antara keindahan alam itu semua, kita dapat dengan mudah menemukan lokasi buatan yang indah, seperti persawahan di Tabanan, Mengwi atau candi candi dan pura, ada juga air terjun di Gitgit dan masih banyak lagi. Bukan berarti di daerah lain di Indonesia tidak ada yang bagus, tapi di Bali sangat mudah untuk menemukan lokasi yang indah dan hampir semua mudah dicapai.

2. Lokasi studio/indoor mudah di dapat
Yang satu ini mungkin menimbulkan pertanyaan, "sudah jauh jauh ke Bali, untuk apa foto di studio?" :) siapa tahu anda tiba - tiba merasa perlu variasi dalam foto anda, yang sebagian besar sudah outdoor dan ingin ada yang indoor, di Bali mudah sekali mendapatkan studio foto.

Bali adalah surganya fotografer, banyak sekali fotografer baik nasional dan internasional yang datang ke Bali. Mereka datang untuk tinggal, berlibur atau bekerja (bersama klien). Beberapa diantara yang menetap, atau orang Bali sendiri membuka studio foto, inilah salah satu alasan di Bali mudah mendapatkan studio untuk foto indoor.

3. Sambil wisata
Seperti kata pepatah, "sambil menyelam, minum air" sambil foto prewedding di Bali, bisa sekalian liburan. Jangan datang ke Bali hanya untuk foto, sayang sekali apalagi jika anda berasal dari tempat yang jauh dari Bali, alangkah baiknya jika dapat foto prewedding sekalian jalan - jalan dengan 1x biaya tiket.

4. Penduduk yang ramah dan suasana yang nyaman
Belajar dari pengalaman, biasanya orang - orang di sekitar akan mempengaruhi suasana selama kita foto, paling tidak suasana hati. Jangan menganggap remeh hal yang satu ini, karena jika suasana hati sudah tidak enak, akan sulit sekali untuk bisa tersenyum dan berbahagia. Bagi fotografer, mungkin tetap bisa tersenyum dan santai, lagipula fotografer tidak perlu tersenyum dan bergaya di depan kamera, bagi model atau pasangan foto prewedding biasanya akan sulit dan bisa jadi hasil fotonya tidak bagus.

Bali sendiri sudah dikenal dengan penduduknya yang ramah dan suasananya yang nyaman, paling tidak sebagian besar :) mungkin tidak 100% bisa dibayangkan, bagun pagi di hotel, udara segar, disapa ramah oleh orang orang yang kita temui, jika suasana hati sudah tenang dan bahagia kemudian pergi untuk foto prewedd tentu akan lancar dan menyenangkan. Mungkin yang satu ini kedengaran basa basi saja, tapi percayalah yang ini akan mempengaruhi proses selama foto.

5. Inspirasi dimana mana
Yang satu ini mungkin tidak banyak mempengaruhi model / pasangan foto prewedd, lebih banyak mempengaruhi fotografer tapi secara tidak langsung juga akan memberi dampak. Seperti yang sudah dibahas di nomor 1 diatas, dengan banyaknya lokasi foto dengan pemandangan yang berbeda beda akan memberikan inspirasi yang besar buat fotografer, atau orang seni lainnya (karena itu kita dapat dengan mudah bertemu dengan seniman di Bali) dengan inspirasi yang lebih, hasil foto juga akan lebih kreatif dan bervariasi, jadi kemungkinan besar foto anda tidak akan kelihatan sama dengan yang lainnya walaupun sama sama difoto di Bali, unik!

6. Cahaya yang bagus, langit yang cerah
Mungkin tidak hanya untuk Bali, daerah lain tentunya ada juga yang memiliki langit yang bersih dengan sinar matahari yang bagus. Tapi sebagai fotografer, dengan adanya semua hal yang disebutkan diatas dari nomor 1 sampai 5, kemudian ditambah dengan langit yang cerah dan cahaya yang bagus... ohhh, indah sekali :)

Selain Bali, saya juga sering foto di Jakarta, yang membuat saya terkadang tidak bersemangat adalah polusi udara di langit Jakarta. Jarang sekali saya bisa melihat cahaya matahari kuat dan terang menyinari, hanya sesekali saja ketika musim hujan, jika hujan deras dan berhenti sore hari kita akan dapat melihat cahaya matahari yang indah kekuningan menyinari dan memantul di kaca kaca gedung daerah Sudirman. Indah sekali...

vphotography prewedding jakarta bali


Jadi itulah 6 alasan untuk foto prewedding di Bali, versi saya :)
Semoga bermanfaat...

Jumat, 11 Juli 2014

Sangjit / Seserahan, apa itu?

Dapet booking-an untuk foto acara Sangjit, di jakarta pada agustus 2014 nanti, dan jujur saya sering dengar Sangjit tapi belum pernah tahu apa itu :) yang saya tahu hanyalah Sangjit merupakan salah satu acara terkait dengan pernikahan dalam budaya Tionghoa, selain itu blank... Jadi sebagai persiapan tentunya saya mulai mencari informasi apa Sangjit itu, dari internet, dari kenalan, dan lain - lain.

Sangjit memang merupakan salah satu acara / kegiatan yang dilakukan dalam budaya Tionghoa, Sangjit sendiri sering diterjemahkan sebagai "Seserahan" yang merupakan kelanjutan dari proses "Lamaran". Garis besarnya dalam acara Sangjit ini adalah -- keluarga pihak pria, mengantarkan seserahan kepada pihak keluarga wanita.

Proses dan detail Sangjit sendiri sudah berubah menjadi lebih sederhana dibandingkan budaya aslinya, baik dari waktu mengadakan dan isi dari seserahan itu sendiri. Misalnya, jaman sekarang Sangjit sering diadakan dengan waktu yang berdekatan dengan hari pernikahan, terkadang H-1 hari pernikahaan dan ada juga yang mengadakan pada hari H pernikahan (siang hari atau pagi harinya).

Untuk seserahannya sendiri, total keseluruhan ada 12 nampan / jumlah genap. Dengan isi kira kira sebagai berikut :
1. Perhiasan dan alat kecantikan (1set)
2. Pakaian mempelai wanita / kain bahan (1set)
3. Angpao yang terdiri dari (Uang susu dan uang pesta/sangjit)
4. Buah Apel (dengan jumlah berkelipatan 8)
5. Buah Jeruk (dengan jumlah berkelipatan 8)
6. Buah Pear (dengan jumlah berkelipatan 8)
7. Lilin merah besar (2 pasang dengan gambar naga dan burung phonix/hong)
8. Kaki babi (1 pasang), jaman sekarang sering digunakan makanan daging kaleng sebanyak kelipatan 8
9. Kalengan kacang polong sebanyak kelipatan 8
10.Kue mangkok merah (8 buah)
11. Arak, atau jaman sekarang sering juga digunakan wine / champagne (1 botol)
12. Arak, atau jaman sekarang sering juga digunakan wine / champagne (1 botol)

ada beberapa hal juga yang harus diingat dalam proses Sangjit ini, yaitu :
- Jika seserahan diterima semua oleh pihak pengantin wanita maka berarti, pihak keluarga wanita memutus hubungan dengan pengantin wanita dan menyerahkan seluruhnya pada pihak keluarga pria. Biasanya pihak keluarga wanita akan mengembalikan sebagian.
- Dalam budaya Tionghoa angka 8 merupakan angka keberuntungan, karena itu semua isi dari seserahan berjumlah kelipatan 8.
- Lilin merah dengan gambar naga dan burung hong berarti menghalau unsur negatif.
- Kue mangkok merah sebagai lambang dari keberuntungan.
- Jika pihak keluarga wanita memutuskan untuk mengembalikan sebagian seserahan (seperti yang dijelaskan di bagian 1) maka -- Angpao uang pesta dan kue mangkok merah diambil sebagian oleh pihak keluarga wanita dan dikembalikan sisanya. Saat mengembalikan, pihak keluarga wanita juga menambahkan 1set pakaian pria serta permen, kue dan coklat atau manisan. Selain itu pihak keluarga wanita juga akan memberikan angpao pada orang - orang yang telah membantu mengantarkan seserahan. Ada pula pada beberapa acara, pengantin wanita memberikan pakaian kepada orang tua pengantin pria.
- Yang terakhir, jika pengantin wanita melangkahi kakaknya dan menikah lebih dulu maka seserahan juga akan berisi 1 set pakaian untuk sang kakak.

Kira - kira demikian secara garis besar yang bisa saya tangkap mengenai Sangjit. Tapi perlu diketahui kalau yang namanya budaya, apalagi budaya lama seperti ini biasanya pasti akan ada perbedaan antara yang di sumatra, sulawesi, jakarta dan lain - lain.

Setelah mempelajari ini, saya sudah siap untuk foto acara. Tinggal membahas dengan pasangan pengantin dan keluarga mengenai detail acara seperti apa.Yang pasti saya sudah membayangkan akan banyak foto motif - motif detail, ornamen, moment - moment penting dan foto keluarga. Sepertinya yang saya butuhkan tetap seperti biasa lensa 50mm f1.8 + 35mm f1.8 + Macro (untuk foto detail / ornamen). Sippp...

Nanti saya share lagi pengalaman saya setelah hari H Sangjit di 30 Agustus :)

Sabtu, 05 Juli 2014

Antara fulltime fotografer dan kantoran

Akhirnya setelah bekerja selama hampir 4 tahun, sekarang adalah bulan terakhir saya sebagai pekerja kantoran. Selanjutnya akan menjadi fulltime fotografer, menjadi pemimpin diri sendiri.




Saya masih ingat dulu, ketika persiapan, yang saya rasakan hanya semangat dan rasa senang -- semakin mendekati hari terakhir mulai muncul rasa takut. Takut untuk memulai baru, takut untuk melepaskan pegangan dan rasa aman bekerja di perusahaan besar.Ada yang mengalami hal yang sama?

Secara teori, saya sering dengar mengenai rasa takut ini sebagai penghalang terbesar bagi seseorang untuk memulai usaha sendiri. Tapi tetap saja, walaupun tahu, tetap saja perut terasa mules dan jantung deg deg-an setiap kali teringat bahwa bulan ini terakhir. Persiapan saya sudah cukup? Modal saya sudah cukup? Bagaimana kalau nanti gagal? Bagaimana kalau... begini, begitu? Banyak sekali rasa takut yang muncul. Tapi ya sudahlah, tidak ada gunanya mengikuti rasa takut, masa depan masih belum pasti, apa yang saya lakukan sekarang yang akan menentukan masa depan. Bukankah begitu :)

Beruntung sekali, bulan depan sudah mendapat 3 calon klient, 2 untuk foto baby dan 1 untuk prewedding outdoor. Memikirkan ketiga calon klien ini menjadi pendorong dan motivasi untuk berani. Mempersiapkan konsep, mempersiapkan kebutuhan, sesi foto dan akhirnya pembayaran, membayangkan apa yang saya kerjakan membuat saya tersenyum, inilah yang saya inginkan... fotografi...Tapi bukan berarti saya bisa bersantai, malahan saya harus bekerja lebih keras dan menghabiskan lebih banyak waktu dibandingkan ketika saya bekerja kantoran.

Tapi begitulah adanya, saya memang tidak cocok bekerja kantoran dan saya memilih untuk bekerja keras di fotografi... memikirkannya saja sudah membuat saya tersenyum.Ahhh bahkan nanti sabtu dan minggupun harus bekerja, karena klien biasa lowong di hari itu.

Mengutip diri sendiri kala bergosip
"langkah pertama selalu yang paling sulit, langkah selanjutnya tinggal mengikuti saja"