Rabu, 01 Oktober 2014

9 alasan menggunakan fotografer profesional untuk wedding

Dijaman kamera digital sekarang, hampir semua orang punya kamera digital yang bagus, tua, muda, bahkan anak - anak. Dan akhirnya banyak orang yang menjadi fotografer, atau menganggap dirinya fotografer. Untuk itu saya ingin memperjelas sebenarnya apa yang membedakan fotografer profesional dengan yang bukan, apa yang sebenarnya anda dapatkan ketika membayar fotografer profesional untuk wedding.

Alasan pertama (1) - Solusi ketika terjadi masalah
Fotografer profesional telah memiliki pengalaman dan belajar banyak sebelum mulai bekerja sebagai fotografer, namun walaupun sudah memiliki banyak pengalaman dan pengetahuan tentang suatu wedding, hal hal yang tidak terduga bisa saja terjadi, banyak hal yang bisa terjadi diluar kehendak bagaimanapun dipersiapkan, misalnya saja kamera tiba - tiba mati / error, flash tidak menyala atau jatuh dan rusak, memory card rusak, dan lain sebagainya.

Seorang fotografer profesional akan tahu bagaimana mengatasi masalah yang muncul dan tetap tenang, tidak panik. Selain itu seorang fotografer profesional selalu sudah siap dengan peralatan cadangan sebagai persiapan jika ada yang rusak.

Banyak cerita yang sering saya dengar mengenai hal seperti ini, dan bagaimana seorang fotografer profesional menyelesaikannya. Misalnya, seorang fotografer wedding yang hebat dari Australia pernah bercerita mengenai pengalamannya ketika jaman kamera film, ketika acara berlangsung mobilnya dicuri dan semua film hasil fotonya ada didalam, akhirnya fotografer dan pengantin dan saudara saudaranya setuju untuk mengulang beberapa point penting dalam acara untuk di foto ulang, dan dengan kemampuan sang fotografer hasilnya tetap memuaskan (dan untungnya mobil yang dicuri tertangkap, dan film hasil fotonya masih utuh).

Alasan kedua (2) - Pengetahuan mengenai fotografi
Dengan teknologi sekarang, setiap orang bisa membuat foto yang bagus, saya setuju. IPhone adalah salah satu smartphone dengan kamera yang bagus, Sony XPeria juga, tinggal download aplikasi untuk filter dan hasilnya luar biasa, atau jika menggunakan kamera digital tinggal set kamera ke AUTO dan set flash ke TTL (jika menggunakan flash off-camera) dan kamera akan dengan pintarnya membuat foto yang bagus.

Tapi yang perlu diketahui, kamera digital tidak sepintar itu, tidak lebih pintar daripada fotografer profesional. Kamera tidak bisa menentukan hal terkait seni, misalnya angel pengambilan foto, komposisi atau pose, kamera digital atau smartphone tidak tahu caranya membuat foto yang bagus, foto yang enak dilihat sedangkan seorang fotografer profesional belajar mengenai hal ini bertahun - tahun; atau ketika cahaya terlalu redup, hasil foto menjadi goyang / blur bahkan jika terlalu gelap kamera tidak bisa membaca kondisi sekitar, seorang fotografer profesional tahu solusi untuk masalah seperti ini. Masih banyak hal lainnya yang terlalu panjang untuk diceritakan :)

Alasan ketiga (3) - Mengetahui flow acara
Seorang fotografer wedding profesional pasti mengetahui mengenai prosesi acara wedding dari awal sampai akhir, karena pengalaman tersebut maka akan siap selalu untuk mengambil foto terbaik sebelum terjadi. Hal ini akan sangat membantu, agar tidak ada bagian penting yang terlewatkan.

Misalnya, saya pernah menghadiri wedding seorang teman di gereja, dan saat acara dimulai fotografernya tidak ada di posisi, tidak ada yang mengetahui dia berada dimana, untung saja saya membawa kamera, jadi salah satu saudaranya mendatangi saya dan minta tolong untuk di foto proses memasuki gereja hingga nanti fotografernya datang.

Alasan keempat (4) - Daya tahan tubuh / stamina
Menjadi fotografer wedding adalah sesuatu yang sangat melelahkan, karena harus berada dalam kondisi waspada setiap saat, melihat sekeliling jika ada hal hal yang harus di foto, bagus difoto dan hal ini dilakukan dari pagi - pagi sekali ketika makeup hingga akhir acara resepsi selesai; melelahkan. Ketika sudah lelah, biasanya tangan akan gemetar sehingga foto menjadi buram, atau tidak cekatan mengambil foto sehingga saat - saat penting bisa saja terlewatkan.

Karena alasan tersebut maka seorang fotografer wedding profesional pasti sudah terbiasa dan memiliki kemampuan untuk bekerja full dalam satu hari, dengan semangat penuh.

Alasan kelima (5) - Produk non digital
File foto memang kelihatan murah, dan gampang dibawa, tapi juga mudah rusak atau hilang. Disimpan di CD ataupun USB Flash, file foto tetap tidak terjamin akan aman. Selain itu file tersebut juga tidak tentu akan tahan lama, misalnya flash disk atau CD sejak mulai muncul sekitar tahun 2003, hingga sekarang USB sendiri sudah sampai USB 3.0, apakah nanti beberapa tahun lagi akan tetap bisa di baca jenis file yang digunakan? perangkat yang digunakan untuk menyimpan? apakah anda akan selalu menyalakan komputer untuk melihat foto? bagaimana kalau tidak ada listrik?

Fotografer wedding profesional umumnya selalu menawarkan produk non digital misalnya seperti album, print kanvas, print photo paper, print metal, dan lainnya, semua dengan tujuan agar bisa dipajang dengan indah dan bisa dilihat kapan saja, dan semuanya tahan dalam waktu yang lama hingga berpuluh puluh tahun nantinya tetap bisa dilihat, diwariskan. Inilah tujuannya sebuah foto, dan karena alasan inilah anda ingin wedding anda di foto.

Alasan keenam (6) - Menguasai peralatan yang digunakan
Fotografer profesional sudah menggunakan peralatannya dan berlatih menggunakannya berkali kali, sehingga sudah mengetahui segala hal mengenai peralatannya, baik kelemahan maupun kelebihannya. Hal ini akan sangat membantu sekali untuk mendapatkan foto bagus dengan cepat ketika wedding.

Hal - hal mendasar seperti, seberapa jauh atau dekat ia harus berdiri untuk mendapatkan hasil yang diinginkan; butuh menggunakan flash atau tidak; setting apa yang dibutuhkan, dll.

Alasan ketujuh (7) - Disiplin
Walaupun terdengar sepele, tapi hal ini penting, seorang fotografer wedding profesional pasti tahu bahwa mereka harus siap sebelum acara dimulai dan pulang setelah acara selesai, juga harus siap untuk mengambil foto berikutnya, berikutnya, berikutnya...

Seperti yang sudah saya sampaikan di cerita pada alasan ketiga, jangan sampai hal tersebut terjadi di wedding anda, fotografer tidak siap.

Alasan kedelapan (8) - Kepribadian yang baik
Hampir sama dengan alasan ketujuh, kepribadian yang baik juga mungkin terdengar sepele, tapi hal ini menurut saya juga penting, karena fotografer wedding akan berada di dekat mempelai dan keluarga selama sehari penuh, jadi sangatlah penting agar fotografer tersebut dapat berbaur, ramah dan menyenangkan sehingga semua merasa nyaman.

Alasan kesembilan (9) - Profesional bisnis
Yang terakhir adalah profesional bisnis, dengan bekerja bersama seorang fotografer profesional akan ada namanya meeting persiapan, memilih paket, memilih foto, proses pembayaran yang semua itu ada untuk mempermudah klien dan memuaskan klien. Harapannya adalah setelah selesai klien bisa tersenyum puas dan bahagia, tanpa beban.



Terkait hal ini saya juga ada cerita terkait, dari seorang sahabat yang menggunakan temannya untuk foto prewedding, namun akhirnya setelah foto temannya itu tidak memberikan hasil fotonya, dan sahabat saya juga tidak membayar temannya itu. Hal hal seperti inilah yang ingin dihindari dengan adanya proses bisnis yang profesional.

Semua itulah alasan mengapa menggunakan fotografer profesional itu penting, walaupun dijaman digital ini hampir setiap orang bisa menggunakan kamera bagus dan menghasilkan foto, tapi perlu diketahui diluar foto yang bagus masih banyak hal yang penting dipikirkan :)

Senin, 22 September 2014

Wedding Ferry Heryanto dan Nani

Akhir Agustus lalu, tanggal 31 adalah hari yang penuh kebahagiaan bagi pasangan Ferry Heryanto dan Nani. Mereka berdua mengadakan acara pernikahan di Gereja Paroki Santo Kristoforus Grogol, gereja yang besar dan indah di dekat gor Grogol - Jakarta Barat, dan resepsi diadakan di restourant Spring Hill Kemayoran (seberang PRJ).

Saya kenal dengan Ferry sebelumnya di kantor lama saya, namun karena kami bereda department waktu itu tidak banyak menghabiskan waktu bersama. Setelah saya resmi menjadi fotografer untuk wedding hari H, barulah kami beberapa kali bertemu dan nongkrong sambil membahas rencana / jadwal wedding mereka. Setelah beberapa kali pertemuan, saya langsung jatuh hati dengan pasangan ini, mereka ramah, dewasa dan santai tidak tegang, menyenangkan sekali mengobrol dan menghabiskan waktu dengan mereka.

Terima Kasih sudah mengijinkan saya untuk mendokumentasikan hari paling penting kalian berdua. Semoga kalian berdua selalu berbahagia dan sukses, tidak sabar rasanya menunggu kabar berita selanjutnya.






Bridal and Makeup : Cantik Bridal Jakarta
Venue : Spring Hill Restaurant Jakarta

Selasa, 02 September 2014

Promo Akhir Tahun 2014

Tidak terasa sudah sampai kita di akhir tahun 2014.
Untuk merayakan dan memanfaatkan 4 bulan terakhir ini sebaik mungkin, VPhotography mengadakan promo diskon sebesar 5% untuk yang booking dan 15% untuk yang photo session di september - desember 2014.



Jadi jangan sampai ketinggalan, hubungi segera.
email : vidya.putra.vp@gmail.com
sms/telp : 081293920411
whatsapp : 082211777610
line : vidyaputra
fb page : /vphotog
tweet : @vidyaputra
instagram : /vidyaputra

Senin, 25 Agustus 2014

6 Alasan Prewedding, mengapa di Bali?

Dari Instagram dan dari teman - teman, saya menyadari bahwa banyak orang yang tertarik untuk foto Prewedding di Bali, atau sekedar jalan jalan saja. Jadi kenapa tidak membuat paket foto Prewedding di Bali, yang digabungkan dengan kemasan liburan, liburan sambil Prewedding. Akhirnya saya putuskan untuk ke Bali 2 minggu dan mempersiapkan paketnya. Tapi tulisan ini tidak akan membicarakan mengenai paket Prewedding di Bali, tapi mengenai mengapa Prewedding di Bali? sekedar berbagi dan cerita.

vphotography prewedding jakarta bali

1. Lokasi foto alami/outdoor banyak
Bali sudah dikenal luas nasional maupun internasional, salah satu alasannya karena alamnya. Bali memiliki banyak lokasi alami dan buatan (outdoor) yang indah. Mulai dari pantai pasir putih di daerah selatan Bali seperti Nusa Dua, Kuta dan Jimbaran atau pasir hitam di daerah barat seperti Tanah Lot, di barat ada Karangasem, Candi dasa atau di Utara ada Singaraja dan Grokgak. Gunung dan danau juga dapat dicapai dengan mudah, seperti gunung Agung, Batur, atau danau Bratan dan lainnya.

Di antara keindahan alam itu semua, kita dapat dengan mudah menemukan lokasi buatan yang indah, seperti persawahan di Tabanan, Mengwi atau candi candi dan pura, ada juga air terjun di Gitgit dan masih banyak lagi. Bukan berarti di daerah lain di Indonesia tidak ada yang bagus, tapi di Bali sangat mudah untuk menemukan lokasi yang indah dan hampir semua mudah dicapai.

2. Lokasi studio/indoor mudah di dapat
Yang satu ini mungkin menimbulkan pertanyaan, "sudah jauh jauh ke Bali, untuk apa foto di studio?" :) siapa tahu anda tiba - tiba merasa perlu variasi dalam foto anda, yang sebagian besar sudah outdoor dan ingin ada yang indoor, di Bali mudah sekali mendapatkan studio foto.

Bali adalah surganya fotografer, banyak sekali fotografer baik nasional dan internasional yang datang ke Bali. Mereka datang untuk tinggal, berlibur atau bekerja (bersama klien). Beberapa diantara yang menetap, atau orang Bali sendiri membuka studio foto, inilah salah satu alasan di Bali mudah mendapatkan studio untuk foto indoor.

3. Sambil wisata
Seperti kata pepatah, "sambil menyelam, minum air" sambil foto prewedding di Bali, bisa sekalian liburan. Jangan datang ke Bali hanya untuk foto, sayang sekali apalagi jika anda berasal dari tempat yang jauh dari Bali, alangkah baiknya jika dapat foto prewedding sekalian jalan - jalan dengan 1x biaya tiket.

4. Penduduk yang ramah dan suasana yang nyaman
Belajar dari pengalaman, biasanya orang - orang di sekitar akan mempengaruhi suasana selama kita foto, paling tidak suasana hati. Jangan menganggap remeh hal yang satu ini, karena jika suasana hati sudah tidak enak, akan sulit sekali untuk bisa tersenyum dan berbahagia. Bagi fotografer, mungkin tetap bisa tersenyum dan santai, lagipula fotografer tidak perlu tersenyum dan bergaya di depan kamera, bagi model atau pasangan foto prewedding biasanya akan sulit dan bisa jadi hasil fotonya tidak bagus.

Bali sendiri sudah dikenal dengan penduduknya yang ramah dan suasananya yang nyaman, paling tidak sebagian besar :) mungkin tidak 100% bisa dibayangkan, bagun pagi di hotel, udara segar, disapa ramah oleh orang orang yang kita temui, jika suasana hati sudah tenang dan bahagia kemudian pergi untuk foto prewedd tentu akan lancar dan menyenangkan. Mungkin yang satu ini kedengaran basa basi saja, tapi percayalah yang ini akan mempengaruhi proses selama foto.

5. Inspirasi dimana mana
Yang satu ini mungkin tidak banyak mempengaruhi model / pasangan foto prewedd, lebih banyak mempengaruhi fotografer tapi secara tidak langsung juga akan memberi dampak. Seperti yang sudah dibahas di nomor 1 diatas, dengan banyaknya lokasi foto dengan pemandangan yang berbeda beda akan memberikan inspirasi yang besar buat fotografer, atau orang seni lainnya (karena itu kita dapat dengan mudah bertemu dengan seniman di Bali) dengan inspirasi yang lebih, hasil foto juga akan lebih kreatif dan bervariasi, jadi kemungkinan besar foto anda tidak akan kelihatan sama dengan yang lainnya walaupun sama sama difoto di Bali, unik!

6. Cahaya yang bagus, langit yang cerah
Mungkin tidak hanya untuk Bali, daerah lain tentunya ada juga yang memiliki langit yang bersih dengan sinar matahari yang bagus. Tapi sebagai fotografer, dengan adanya semua hal yang disebutkan diatas dari nomor 1 sampai 5, kemudian ditambah dengan langit yang cerah dan cahaya yang bagus... ohhh, indah sekali :)

Selain Bali, saya juga sering foto di Jakarta, yang membuat saya terkadang tidak bersemangat adalah polusi udara di langit Jakarta. Jarang sekali saya bisa melihat cahaya matahari kuat dan terang menyinari, hanya sesekali saja ketika musim hujan, jika hujan deras dan berhenti sore hari kita akan dapat melihat cahaya matahari yang indah kekuningan menyinari dan memantul di kaca kaca gedung daerah Sudirman. Indah sekali...

vphotography prewedding jakarta bali


Jadi itulah 6 alasan untuk foto prewedding di Bali, versi saya :)
Semoga bermanfaat...

Jumat, 11 Juli 2014

Sangjit / Seserahan, apa itu?

Dapet booking-an untuk foto acara Sangjit, di jakarta pada agustus 2014 nanti, dan jujur saya sering dengar Sangjit tapi belum pernah tahu apa itu :) yang saya tahu hanyalah Sangjit merupakan salah satu acara terkait dengan pernikahan dalam budaya Tionghoa, selain itu blank... Jadi sebagai persiapan tentunya saya mulai mencari informasi apa Sangjit itu, dari internet, dari kenalan, dan lain - lain.

Sangjit memang merupakan salah satu acara / kegiatan yang dilakukan dalam budaya Tionghoa, Sangjit sendiri sering diterjemahkan sebagai "Seserahan" yang merupakan kelanjutan dari proses "Lamaran". Garis besarnya dalam acara Sangjit ini adalah -- keluarga pihak pria, mengantarkan seserahan kepada pihak keluarga wanita.

Proses dan detail Sangjit sendiri sudah berubah menjadi lebih sederhana dibandingkan budaya aslinya, baik dari waktu mengadakan dan isi dari seserahan itu sendiri. Misalnya, jaman sekarang Sangjit sering diadakan dengan waktu yang berdekatan dengan hari pernikahan, terkadang H-1 hari pernikahaan dan ada juga yang mengadakan pada hari H pernikahan (siang hari atau pagi harinya).

Untuk seserahannya sendiri, total keseluruhan ada 12 nampan / jumlah genap. Dengan isi kira kira sebagai berikut :
1. Perhiasan dan alat kecantikan (1set)
2. Pakaian mempelai wanita / kain bahan (1set)
3. Angpao yang terdiri dari (Uang susu dan uang pesta/sangjit)
4. Buah Apel (dengan jumlah berkelipatan 8)
5. Buah Jeruk (dengan jumlah berkelipatan 8)
6. Buah Pear (dengan jumlah berkelipatan 8)
7. Lilin merah besar (2 pasang dengan gambar naga dan burung phonix/hong)
8. Kaki babi (1 pasang), jaman sekarang sering digunakan makanan daging kaleng sebanyak kelipatan 8
9. Kalengan kacang polong sebanyak kelipatan 8
10.Kue mangkok merah (8 buah)
11. Arak, atau jaman sekarang sering juga digunakan wine / champagne (1 botol)
12. Arak, atau jaman sekarang sering juga digunakan wine / champagne (1 botol)

ada beberapa hal juga yang harus diingat dalam proses Sangjit ini, yaitu :
- Jika seserahan diterima semua oleh pihak pengantin wanita maka berarti, pihak keluarga wanita memutus hubungan dengan pengantin wanita dan menyerahkan seluruhnya pada pihak keluarga pria. Biasanya pihak keluarga wanita akan mengembalikan sebagian.
- Dalam budaya Tionghoa angka 8 merupakan angka keberuntungan, karena itu semua isi dari seserahan berjumlah kelipatan 8.
- Lilin merah dengan gambar naga dan burung hong berarti menghalau unsur negatif.
- Kue mangkok merah sebagai lambang dari keberuntungan.
- Jika pihak keluarga wanita memutuskan untuk mengembalikan sebagian seserahan (seperti yang dijelaskan di bagian 1) maka -- Angpao uang pesta dan kue mangkok merah diambil sebagian oleh pihak keluarga wanita dan dikembalikan sisanya. Saat mengembalikan, pihak keluarga wanita juga menambahkan 1set pakaian pria serta permen, kue dan coklat atau manisan. Selain itu pihak keluarga wanita juga akan memberikan angpao pada orang - orang yang telah membantu mengantarkan seserahan. Ada pula pada beberapa acara, pengantin wanita memberikan pakaian kepada orang tua pengantin pria.
- Yang terakhir, jika pengantin wanita melangkahi kakaknya dan menikah lebih dulu maka seserahan juga akan berisi 1 set pakaian untuk sang kakak.

Kira - kira demikian secara garis besar yang bisa saya tangkap mengenai Sangjit. Tapi perlu diketahui kalau yang namanya budaya, apalagi budaya lama seperti ini biasanya pasti akan ada perbedaan antara yang di sumatra, sulawesi, jakarta dan lain - lain.

Setelah mempelajari ini, saya sudah siap untuk foto acara. Tinggal membahas dengan pasangan pengantin dan keluarga mengenai detail acara seperti apa.Yang pasti saya sudah membayangkan akan banyak foto motif - motif detail, ornamen, moment - moment penting dan foto keluarga. Sepertinya yang saya butuhkan tetap seperti biasa lensa 50mm f1.8 + 35mm f1.8 + Macro (untuk foto detail / ornamen). Sippp...

Nanti saya share lagi pengalaman saya setelah hari H Sangjit di 30 Agustus :)