Sunday, 6 April 2014

Tips Wedding : Fokus pada 5 hal penting

Minggu lalu ketika sedang membaca - baca majalah digital wedding dan fotografi di tablet, saya menemukan artikel yang bagus sekali mengenai persiapan wedding. Memang bukan di tulis oleh orang Indonesia, tapi menurut saya isinya cocok untuk semua wedding.

Majalahnya bernama RUCHE di edisi Wedding Bliss "A Collection of Experts Tips & Projects" (saya membaca dengan aplikasi ISSUU, pada tulisan berjudul "Tips for the Bride" by Elsie disana ditulis, untuk mengurangi stress ketika mempersiapkan wedding ada beberapa hal yang dapat membantu, dan salah satu dari tips tersebut yang paling saya ingat adalah untuk memilih hanya 5 hal yang benar - benar kita impikan dan fokus pada hal tersebut, bahkan jika harus membayar mahal tidak menjadi masalah, sedangkan sisanya diluar 5 hal tersebut kita bisa bayar vendor standard saja.

Membaca artikel ini, saya langsung tertarik, karena saya setuju sekali, kalau kita fokus pada segala hal yang ada dan berharap semuanya sempurna maka akan membebani pikiran (khususnya pengantin wanita, yang biasanya memiliki impian wedding).

Setelah membaca artikel ini, saya langsung menunjukkan ke calon saya :) dan membahas, apa 5 hal yang menjadi impian dia dan apa 5 hal yang saya inginkan, lalu kami fokus pada masing - masing.



Untuk sekarang, dalam list 5 hal tersebut yang saya dapat adalah 1. Photo (tentu, sebagai fotografer :); 2. Cake (saya ingin kue yang simple, full cake dan dengan buah didalamnya); 3. Menu makan... tinggal memikirkan 2 hal lagi yang kira-kira ingin saya masukkan kedalam list.

Jadi bagaimana menurut kalian, setuju? apa saja 5 hal dalam list kalian?

Sunday, 9 March 2014

Cahaya dan Bayangan

Light and ShadowSelama belajar fotografi saya sering mendengar/menonton workshop fotografi di internet, salah satu yang paling saya ingat adalah workshop dari fotografer wedding kelas dunia bernama Scott Robert Lim.

Scott adalah fotografer yang selalu menggunakan flash/cahaya buatan, dan ahli menggunakannya. Didalam salah satu workshopnya di Creativelive ia mengatakan (kira-kira sbb) bahwa -> biasanya fotografer fokus pada cahaya, berusaha menguasainya, tapi jangan lupa pada bayangan karena bayangan juga bermanfaat. Bayangan dapat melangsingkan, memberi bentuk.

Pada awalnya saya hanya pada tahap mengerti maksudnya, namun belum benar - benar pencerahan. Hingga pada waktu saya uji coba cahaya/flash dan mendapatkan hasil foto yang disamping (adik sbg model :). Hanya karena ada bayangan di bagian tertentu, lengan adik saya terlihat berotot. Sejak itu, setiap mempersiapkan foto, saya tidak hanya memikirkan mengenai cahaya, tapi memikirkan seperti apa bayangan yang saya inginkan, apakah bayangan kuat, lembut, dan di bagian mana.

Sekarang saya menggunakan bayangan untuk memperlangsing, misalnya ketika mempersiapkan foto pengantin wanita, agar pinggang terlihat lebih langsing, saya bisa mengatur bagaimana agar sebagian pinggang muncul bayangan dan sebagian lagi terang, atau misalnya di bagian leher, dll.

Ini salah satu pengalaman/pembelajaran penting selama perjalanan fotografi saya :)

Saturday, 1 March 2014

Selamat buat Hinto dan Leny

Setelah mempersiapkan foto prewedding sejak akhir 2013 lalu dan melakukan 3x photo sesi, akhirnya bulan Maret 2014 ini adalah hari H, hari berbahagia yang ditunggu - tunggu. Selamat buat Hinto Susanto dan Leny Waty, semoga kalian berdua happy selalu dan sukses selalu...

Foto di Kota tua sudah, foto di Anyer sudah, foto studio indoor sudah, album sudah tercetak, photo slideshow juga sudah. Jadi sudah siap untuk hari H :)

HL Album
Hinto_Leny Studio3
Hinto_Leny Studio4
Hinto_Leny Studio1
Hinto_Leny Studio4

Hinto + Leny from vidya putra on Vimeo.


Tuesday, 24 December 2013

Prewedding Jakarta : Gaya Foto

Satu hal yang sebaiknya di ketahui oleh pasangan yang akan foto prewedding adalah, setiap fotografer punya gaya foto masing - masing, seperti karya seni, setiap seniman lukis memiliki gaya lukis dan selera masing - masing. Untuk itu ada baiknya ketika mencari fotografer atau studio foto, selain harga juga pasangan yang akan foto prewedding melihat gaya foto fotografer atau studio tersebut. Ini penting dilakukan, jadi pasangan yang difoto tahu hasil akhirnya akan seperti apa.

Seperti saya misalnya. kalau dilihat dari semua hasil foto akhir dari foto - foto saya, saya suka foto pasangan dengan menunjukkan kedekatan mereka, relasi, kasih sayang. Jadi foto - foto saya banyak yang dalam posisi berpelukan, bergandengan tangan, berciuman, bersandar, tertawa dan bercanda. Fotonya sendiri mungkin sederhana, tanpa banyak props, hiasan dan edit akhir. Seperti foto - foto dibawah ini, atau foto - foto lainnya di web ini, seperti itulah hasil foto saya.

Hinto_Leny Couple3 

Hinto_Leny Couple1 

Hinto_Leny Couple2

Friday, 13 December 2013

Steampunk Jakarta

Kembali lagi ke tempat kumpulnya fotografer Jakarta, Kota tua. Kali ini saya ikut acara hunting yang diadakan oleh om Andre Rayhan, salah satu temanya adalah "Steampunk" buat yang tidak tahu apa itu Steampunk bisa di google aja :)

Dibawah ini 3 foto favorite saya dari tema tersebut. Ketiganya diambil di loteng yang gelap dengan cahaya dari jendela, jadi hanya ada satu cahaya kuat, untuk menyeimbangkan digunakan reflektor. Dari foto ini saya menyadari beberapa hal :
1. Penggunaan reflektor besar (2 meter / lebih) untuk memberi cahaya pada bidang besar, misalnya seluruh badan model, tidak hanya pada wajah.
2. Walaupun bidang reflektor besar, arah pantulan cahaya sangatlah penting untuk diperhatikan karena cahaya dari reflektor memiliki kontras yang tinggi jadi kalau bergeser sedikit saja maka hasilnya akan berubah.

Model : Natalia Vargas
MUA : Joice Laurina & Hilda Winaz
Wardrobes : J.Lo Bridal and Gown, Kawaii Boutique by Ihat, Afrojunks by ESP 
 
Untuk foto - foto lainnya bisa dilihat di flickr

Steampunk01

Steampunk02

Steampunk03